Dengan Teh Botol Membius Pelanggan Anda

cerita ini berawal dari kebutuhan kami akan keramik kamar mandi dan beberapa sanitary tools untuk keperluan renovasi rumah kami.

minggu siang (25/10) kemarin, saya dan istri pergi ke pusat penjualan keramik yang cukup terkenal di jakarta. toko pertama kami masuki, tapi tapi nggak ada satu menit langsung keluar lagi karena tidak ada yang menyapa kedatangan kami. semua karyawan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. toko kedua pun bernasib sama. kali ini alasan kami adalah ketiadaan katalog untuk melihat2 motif2 keramik terbaru.

lain halnya dengan toko ketiga. kami disediakan beberapa katalog untuk memilih motif apa yang kami sukai. selain itu kami juga mendapatkan advise khusus dari karyawan, mengenai metode2 pemasangan keramik model terbaru. setelah ditanya mengenai apa saja yang kami butuhkan. setelah saya menyebutkan segala yang kami butuhkan, dan dirasa oleh pemilik toko sebagai transaksi yang "lumayan", tiba2 ada hal yang membuat saya dan istri klepek2. apa itu? teh botol! ya benar, "hanya" teh botol.

hanya dengan 2 botol teh dingin di tengah suasana toko yang puanas, bisa meluluhkan hati kami untuk membeli segala yang kami butuhkan di toko tersebut. terus terang, sebenarnya kami masih ingin melihat2 di
toko2 sebelahnya yang cukup banyak berjejer di lokasi tersebut. selain untuk melihat model lainnya, juga untuk membandingkan harga dengan toko lain. tapi, meninggalkan toko tersebut tanpa transaksi, setelah
menghabiskan 2 botol minuman kayaknya kok "kurang ajar" sekali ya??

dan transaksi pun tak terelakkan. kami "terbius" oleh kekuatan teh botol!

setelah membayar uang DP dan menerima nota, kami pun masih penasaran dengan toko2 sebelahnya. setelah melakukan survei terhadap beberapa toko, ternyata benar dugaan kami. harganya memang tidak berbeda dengan toko2 sebelahnya. bahkan di toko kami membeli tadi, harga sudah jauh berkurang karena terjadi proses tawar menawar. (kami mendapatkan patokan harga dari internet, jadi tidak khawatir kemahalan).

pengalaman kami di atas adalah pengalaman dari sisi konsumen. beberapa kasus serupa juga sering kami alami. seperti membeli komputer di mangga dua, kalah oleh aqua gelas, dan juga membeli mebel di kawasan
roxi juga terbius oleh aqua gelas.  dari cerita kami di atas, didapatkan satu kata kunci: SERVICE..

Hermawan Kartajaya, seorang pakar marketing memberikan beberapa definisi kenapa perusahaan harus bisa menjadi service busines.

Pertama, service adalah solusi. Agar bisa menjadi service busines, perusahaan harus dapat meberikan solusi yang nyata bagi kebutuhan konsumen.

Kedua, service sebagai value enhancer, yaitu sebuah nilai yang harus diberikan terus-menerus kepada konsumen.

Ketiga, service sebagai memorable experience. Pengalaman yang tak terlupakan itu adalah nilai yang berupa emotional benefit yang kita tawarkan kepada konsumen.

Keempat, service adalah value added. Suatu service yang mampu memberikan nilai tambah secara berkesinambungan sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

tertarik? monggo dipraktekan. .hanya dengan teh botol dingin bisa mendapatkan laba ribuan kali lipat..hehe. .

Sumber Milis TDA by miftachul choiri

Tags:

Sharing is sexy

Related posts

3 komentar for this post

  1. betul, sangat menyebalkan masuk ke toko yang karyawannya semua sibuk sendiri.. tapi kadang tidak enak juga masuk ke toko yang karyawannya terlalu memperhatikan kita, misalnya kemana2 diikuti, jadi tidak bebas lihat2 barangnya..

  2. betul juga ya kalo mu belanja terus gak ada karyawan yang ladenin kita,,, dia malah sibuk sendiri,, paling menyebalkan itu dia

  3. Anonim

    wahh..benar sekali, pelayanan yang baik adalah faktor yang utama agar produk bisa laku. trims sudah diberi pencerahan.salam suksess

Leave a Reply